Monday, April 9, 2012

Jurnal Praktikum Kimia : pH ASAM BASA


 
I.                  Judul Percobaan               :   pH Asam Basa
II.          Tujuan Percobaan    :
Ø  Mengukur pH larutan asam dan larutan basa dengan menggunakan larutan indikator
Ø  Menentukan konsentrasi larutan asam dengan titrasi asam basa
III.             Pendahuluan             :

Untuk menyatakan tingkat keasaman larutan digunakan suatu skala yang disebut skala pH (derajat keasaman). Makin asam suatu larutan, makin kecil harga pHnya. Indikator yang dapat menunjukkan pH larutan misalnya indikator universal, yakni suatu indikator yang berbentuk kartu warna, setiap warna menunjukkan harga pH. Indikator lain yang dapat digunakan untuk mengukur pH adalah larutan indikator dan pH meter.
Larutan indikator biasanya merupakan larutan asam lemah dengan trayek pH tertentu yang dapat digunakan untuk mengukur pH larutan yang diuji dengan cara melihat perubahan warnanya dan membandingkannya dengan trayek pH larutan tersebut. Sedangkan pH meter merupakan alat elektrik khusus yang dapat mengukur pH suatu larutan secara akurat.
Pada percobaan ini Anda akan menentukan harga pH dengan menggunakan larutan indikator. Selain itu, pada percobaan ini Anda juga akan menentukan konsentrasi larutan asam asetat melalui titrasi.
Larutan asam dapat dinetralkan dengan cara direaksikan dengan larutan basa dalam jumlah tertentu menurut persamaan :
                                                N(asam)  x  V(asam)   =   N(basa)  x  V(basa)
 Reaksi akan berlangsung antara ion hidrogen (H+) dengan ion hidroksida (OH-) membentuk molekul air (H2O). untuk mengukur bahwa satu mol ion H+ sudah setara dengan satu mol ion  OH-  dilakukan dengan cara titrasi. Cara ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi Normalitas (jumlah ekuivalen zat terlarut per liter larutan) suatu larutan asam atau basa.

Keterangan :         N = Normalitas
                                V = Volume

Harga Trayek Larutan Indikator
Larutan Indikator
Trayek pH
Perubahan Warna Berdasarkan Trayek pH
Metil merah
4,2 s/d 6,3
pH 1 - 4 = merah;  pH 5 – 6 = jingga;  pH 7 – 12 = kuning
Brom timol biru
6 s/d 7,6
pH 1 - 6 = kuning;  pH 7 = hijau;  pH 8 – 12 = biru
Phenolphtalein
8,3 s/d 10
pH 1 - 8 = tak berwarna;  pH 9 = merah ungu muda;  pH 10 – 12 = merah ungu tua
IV.             Pertanyaan Sebelum Percobaan      :

1.       Di kelas X Anda telah mempelajari tentang sifat larutan, ada larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Tuliskan beberapa senyawa yang termasuk ;
a.        Elektrolit kuat : ………………………………………………………………………...
b.       Elektrolit lemah : ………………………………………………………………………
c.        Non elektrolit : …………………………………………………………………………
2.         Dari contoh senyawa yang Anda tuliskan pada nomor 1, Anda akan menemukan senyawa-senyawa tersebut memiliki sifat asam, basa, atau netral. Golongkan contoh senyawa yang telah Anda tuliskan
a.        Asam kuat : ……………………………………………………………………….........
b.       Asam lemah : …………………………………………………………………………..
c.        Basa kuat : ……………………………………………………………………………...
d.       Basa lemah : ……………………………………………………………………………
e.        Netral : …………………………………………………………………………………
3.         Bilamana suatu asam dikatakan asam kuat ? Bagaimana harga pHnya?
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
dan bilamana suatu asam dikatakan asam lemah ? Bagaimana harga pHnya?
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
4.         Bilamana suatu basa dikatakan basa kuat ? Bagaimana harga pHnya?
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..
dan bilamana suatu basa dikatakan basa lemah ? Bagaimana harga pHnya?
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
5.         Bagaimana hubungan pH dengan [H+] ? Tuliskan dalam sebuah rumus !
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
6.         Bagaimana hubungan pH dengan pOH ? Tuliskan pula dalam sebuah rumus !
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………...
7.         Apabila suatu larutan yang diuji menggunakan larutan indikator metil merah dan brom timol biru menghasilkan warna kuning, sedangkan dengan phenolphtalein tidak berwarna. Perkirakanlah harga pH larutan tersebut !
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..
8.         Apa yang dimaksud dengan
a.        Titik ekuivalen : ………………………………………………………………………...
b.       Titik akhir titrasi : ………………………………………………………………………
9.         Tentukan trayek pH dan perubahan warna berdasarkan trayek pH untuk metil jingga !
……………………………………………………………………………………………...
……………………………………………………………………………………………..





Tgl Diperiksa

TTD Guru







Catatan :
Pada percobaan ini, ada beberapa alat dan bahan yang harus Anda siapkan sendiri, alat dan bahan tersebut tercantum pada bagian V.  ALAT DAN BAHAN yang diberi tanda *



V.                Alat dan Bahan         :

No

Alat

Jumlah

No
Bahan
1
2
3

4
5*
6*

Pipet tetes
Plat tetes
Labu erlenmeyer 125 mL
Tabung reaksi Spet suntikan
Kain lap bersih
5 buah
1 buah
3 buah
1 buah
1 buah
1 buah


1
2
3
4
5
6
7

8*
9*
10*

Larutan yang akan diuji (Berlabel A, B, C, D, E)
Metil merah
Metil jingga
Brom timol biru
Phenolphtalein
Lakmus
Larutan Natrium hidroksida 0,1 M (disiapkan khusus untuk titrasi)
Asam asetat (cuka)
Tissue golong
Air


VI.             Cara Kerja dan Hasil Pengamatan :

PERCOBAAN 5a : Mengukur Harga pH Larutan

NO

CARA KERJA

1
Di meja Anda telah disediakan beberapa jenis larutan yang akan diuji yang diberi label A, B, C, D, E, dan beberapa larutan indikator serta kertas lakmus.









2
Teteskanlah setiap larutan yang akan diuji (larutan A, B, C, D, dan E) masing-masing 3 sampai 4 tetes kedalam plat tetes. Simpan kertas lakmus biru pada cekungan baris 1 dan lakmus merah pada cekungan baris 2. Amati warna masing-masing kertas lakmus. Catat hasil pengamatan Anda.













Ket : LB=lakmus biru; LM =lakmus merah; MM=metil merah; BTB=bromtimol biru; PP=phenolphtalein.


3
Cuci plat tetes hingga bersih, kemudian keringkan. Teteskan 2 -3 tetes larutan indikator phenolphtalein kedalam satu baris cekungan pada plat tetes. Amati warna larutan indikator tersebut.






4

Teteskan 2 - 3 tetes larutan yang akan diuji (larutan A, B, C, D, dan E) pada setiap cekungan plat tetes berisi larutan indikator tersebut. Amati perubahan yang terjadi. Catat hasil pengamatan Anda.













3
Lakukan langkah 3 dan 4 dengan mengganti larutan indikator phenolphtalein dengan metil merah, metil jingga, dan bromtimol biru. Catat hasil pengamatan Anda.



Tabel Hasil Pengamatan

Tabel 1. Warna Larutan Indikator

Larutan Indikator
Warna
Metil Merah (MM)

Metil Jingga (MJ)

Brom Timol Biru (BTB)

Phenolphtalein (PP)








Tabel 2. Warna Larutan Indikator Setelah Digunakan Untuk Menguji Larutan dan
Perkiraan pH larutan

Larutan yang Diuji


Larutan Indikator
Kesimpulan Perkiraan pH Larutan yang Diuji
MM
MJ
BTB
PP
LM
LB

A
Perubahan warna







Trayek pH








B
Perubahan warna







Trayek pH








C
Perubahan warna







Trayek pH








D
Perubahan warna







Trayek pH








E
Perubahan warna







Trayek pH








Kalibrasi Pipet tetes :
Untuk kalibrasi pipet, lakukan langkah berikut :
1.       Ambil air sebanyak 1 mL dengan spet suntikan (harus tepat 1 mL)
2.       Masukkan air tersebut kedalam tabung reaksi
3.       Gunakan pipet (yang akan digunakan untuk titrasi) untuk mengambil air tersebut (perhatikan cara penggunaan pipet ketika mengambil larutan)
4.       Keluarkan air dari pipet setetes demi setetes. Hitung berapa tetes
Kalibrasi :                                   Misal : 1 mL larutan yang diambil = 20 tetes
 x tetes = 1 mL                              maka :   1 tetes  =  1 mL / 20 tetes  = 0,05 mL
1 tetes  = ………mL


PERCOBAAN 5a : Titrasi Asam Basa

NO

CARA KERJA
1
Siapkan labu erlenmeyer bersih dan kering. Isi labu dengan larutan cuka yang akan dicari konsentrasinya sebanyak 25 tetes (gunakan pipet yang sudah dikalibrasi).



2

Masukkan 2 – 3 tetes phenolphtalein pada setiap labu erlenmeyer tersebut. Goyang labu sehingga phenolphtalein benar-benar bercampur. Semprot bagian pinggir dalam labu dengan sedikit aquades agar tidak ada larutan yang menempel pada pinggir labu. Lakukan penyemprotan setiap kali ada larutan yang menempel pada dinding labu.



3
Tambahkan larutan natrium hidroksida 0,1 M (yang telah disiapkan khusus untuk titrasi) tetes demi tetes (jumlah tetesan yang dimasukkan harus dihitung). Lakukan sambil tetap menggoyang lanu dengan gerakan memutar secara perlahan-lahan.
PERHATIAN : perhatikan setiap tetesannya. Amati jika ada perubahan warna. Goyangkan labu setiap kali larutan natrium hidroksida diteteskan.



4
Jika mulai ada perubahan warna, goyangkan labu. Jika warna hilang, tambahkan kembali larutan natrium hidroksida satu tetes (bahkan mungkin jikaa perlu ½ tetes). Goyangkan kembali labu. Perhatikan warna yang muncul. Jika warna tidak hilang setelah labu digoyang, hentikan penambahan larutan natrium hidroksida.
PERHATIAN : hati-hati penambahan larutan natrium hidroksida, jika berlebih akan berpengaruh pada kesalahan penghitungan hasil titrasi).
Hitung berapa tetes larutan natrium hidroksida yang telah ditambahkan.

6
Ulangi langkah 1 sampai 4 ini sampai diperoleh 3 kali hasil titrasi.




Tabel Hasil Pengamatan

Percobaan
Larutan asam asetat
Volume Larutan asam asetat
Larutan NaOH yang ditambahkan
volume NaOH yang ditambahkan
1
25 tetes
mL   

mL   
2
25 tetes
mL

mL
3
25 tetes
mL

mL
V Rata-rata asam asetat =                        mL
  V rata-rata NaOH =                      mL


VII.          Pertanyaan    :
PERCOBAAN 5a : Mengukur Harga pH Larutan

1.            Berapa perkiraan pH masing-masing larutan yang Anda uji !
2.            Hitung berapa [H+] atau [OH-] larutan yang Anda uji tersebut !
3.            Golongkan larutan yang Anda uji kedalam larutan yang bersifat asam kuat, asam lemah, basa kuat, basa lemah, dan netral !
4.            Kesimpulan apa yang dapat Anda peroleh dari percobaan ini ?

PERCOBAAN 5b : Titrasi
1.         Hitung berapa konsentrasi (dalam normalitas) larutan NaOH yang digunakan untuk titrasi asam asetat sehingga netral (gunakan volume rata-rata)!
2.         Hitung berapa konsentrasi asam asetat yang dititrasi dalam normalitas (gunakan persamaan untuk titrasi)!
3.         Dari hasil perhitungan nomor 2, berapa konsentrasi (dalam molaritas) larutan asam asetat tersebut ?
4.         Kesimpulan apa yang dapat Anda peroleh dari percobaan ini ?

VIII.       Kesimpulan

Buatlah kesimpulan untuk seluruh kegiatan yang telah Anda lakukan pada percobaan 5 ini !

IX.             Laporan

Tulislah Laporan Percobaan secara lengkap dengan aturan penulisan laporan seperti yang tercantum pada PEMBUATAN LAPORAN PERCOBAAN.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment